Posted by: leeatanoe on: Maret 23, 2010
Tanganku gemetar….mencoba memulihkan tenaga yg masih tersisa, kucoba memeluk anakku, sudah sayang, mari sini nak peluk bundamu, kubiarkan kami berdua menangis, sambil berpelukan erat, bunda janji, bunda akan selalu di sisimu nak..sampai kapanpun,.ku kecup kening anak laki lakiku itu, sepertinya dia ikut merasakan sakit dan pedih hati bundanya ini.
Seharusnya pertengkaran itu tidak boleh terjadi, apa pun itu jika masih bisa di bicarakan secara baik baik, aku selalu mengalah biar pertengkaran itu tidak terjadi, apalagi di depan anak anak kami. Kucoba selalu tersenyum di depan mereka, walaupun mata ini masih bengkak karna banyak air mata keluar dari mata ini. Belum lagi di tambah aku harus bisa menahan rasa sakit sebab pukulan yang selalu dihadiahkan oleh suamiku jika amarahnya tidak tertahankan. Bahkan perkataan yang tidak sepatutnya di lontarkan oleh seorang suami sekaligus seorang ayah. Ya Tuhan sampai kapan aku bisa menerima semua ini, sampai kapan aku bisa bertahan.
Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan, setiap orang mempunyai tulang rusuknya sendiri, aku percaya itu, bahkan sangat mempercayai akan hal itu. Ketika dia melamarku , dengan penuh keyakinan dan sangat percaya bahwa Tuhan memang menciptakan dia hanya untukku, ya memang dia tercipta untukku.Satu keyakinan yang sampai detik ini aku menyesalinya.
Sampai suatu hari aku terkejut dengan ide dari anak laki lakiku, “bunda kita pergi saja dari ayah”. Aku bertanya “knp nak? Knp kita harus pergi dari ayah..??”
Aku ga mau lihat bunda sakit lagi, aku ga mau lihat bunda menangis lagi…
Ada rasa kemarahan di matanya, ada rasa sedih di matanya, aku bisa lihat itu, aku bisa rasakan itu.
Langsung kepeluk anak laki2ku itu…ya Tuhan…apa yg harus aku perbuat..??
Malam itu hujan mulai reda, walaupun masih rintik-rintik kubangunkan kedua ankku, entah darimana tiba-tiba ada kekuatan serta keberanian untuk pergi dari rumah neraka ini.Ku bawa baju dan bekal seadanya, begitu juga dengan anak ank ku, ku gendong si kecil yang masih berumur 1,5 tahun, segera aku berhentikan taxi, yang penting sekarang kita ber3 sudah keluar dari rumah neraka itu. Sempat aku terdiam,sampai2 supir taxi itu menegur aku menanyakan kemana tujuan kami.
“jalan aja dulu pak, nanti saya beritahu kemana kita “. Sekarang yang penting aku bisa menjauh dari rumah neraka itu. Yang ada di dalam benakku adalah rumah Lisa, ya Lisa adalah sahabatku semenjak kami duduk di bangku SMP dulu, karena tidak mungkin aku membawa anak-anak kerumah kerabat terdekatku. Pasti mudah di temukan oleh suamiku.
Dengan setengah terkejut Lisa membukakan pintu rumahnya, dan hanya tangisanku yang menjawab semua pertanyaanya. Kami berpelukan, sahabatku pun akhirnya menangis, sepertinya ikut merasakan apa yang sedang aku alami.
Kau aman di sini, tinggalah sesuka kau mau dengan anak anak mu. Lisa hanya bertiga dengan seorang pembantu dan seorang supir di rumahnya, suami Lisa baru saja meninggal 1 tahun yang lalu. Kalian bisa menemani aku di sini begitu kata Lisa. Untuk sementara waktu aku dan ank anak aman di sini, tapi aku berjanji aku tidak ingin merepotkan Lisa terlalu lama, aku akan mencari kerja walaupun itu seadanya yang penting aku bisa menghidupi serta menyekolahkan anak ank ku dengan keringatku sendiri.
Sebulan sudah aku berada di rumah Lisa, anak anak juga kelihatan betah dan sepertinya kenangan buruk itu sudah mulai mereka lupakan. Mereka memanggil Lisa dengan kata “mama”. Ya, Lisa sangat senang dengan ke dua anakku.Dan alhamdullilah aku sudah mulai bekerja di perusahaan percetakan, walupun Lisa menawarkan aku bekerja di perusahaannya tapi aku menolak, karma aku ga enak sudah terlalu merepotkan dia.
Sekarang saatnya melanjutkan kehidupanku, aku bertekad melayangkan surat gugatan cerai kepada suamiku, ya aku harus melanjutkan hidupku demi anak anakku.
Akhirnya setelah sekian lama aku pergi dari rumah itu banyak yang berubah, rumah itu tampak tidak terawat, daun daun karing banyak di halaman rumah itu, bunga bunga pun layu, debu banyak menempel di setiap sisi rumah itu.
Rumah itu tampak sepi dan lengang, ku coba memberanikan diri untuk membuka pintu pagar rumah itu, ku ketuk pintu rumah itu, 3 kali tidak ada jawaban, tiba tiba pintu rumah itu terbuka, dan tampak ibu mertuaku sangat terkejut, lalu tiba tiba pecah tangisan ibu mertuaku dan dia langsung memelukku erat, erat sekali seakan mengisyaratkan agar aku jangan pergi dari rumah itu lagi, tiba tiba tubuh wanita separuh baya itu bersujud di kaki ku, sambil menangis dia memeinta maaf padaku, langsung kutahan dirinya, kupeluk dia erat, sambil aku bertanya tanya”ada apa ibu?”
Dia menuntunku masuk kedalam, kami duduk, duduk di sofa yang penuh dengan kenangan, isi rumah juga belum berubah, hanya tampak lebih usang dan lusung.
“Dimana Rangga dan Alea?’ apakah mereka sehat?” . Aku menjawab, “mereka ada bu, ditempat yang aman dan semua sehat’.Maafkan kami nak Sarah, maafkan keluarga kami, maafkan Rico, seharusnya kami menegurnya dari dulu.
“Iya bu, sudah kami maafkan mas Rico sejak dulu, bahkan ketika dia memperlakukan keburukan terhadap saya dan anak anak, kami juga sudah memafaakannya, bahkan anak anak selalu mendoakan ayahnya.” Semakin keras tangisan ibu mertuaku itu, lalu aku dengan sedikit tangan gemetar aku ingin menitipkan surat dari pengadilan agama.
“Maafkan sarah bu, mungkin ini jalan yang terbaik dan sarah tidak punya pilihan lain selain bercerai dari mas Rico.”Apakah kamu yakin??? Apakah kamu masih mencintai Rico???.’Entahlah bu, mungkin ini takdir dari Yang Maha Kuasa.”
“Sarah, ibu mohon maukah kau melihat Rico sekarang?” Dengan setengah terkejut aku berkata “mas Rico ada di sini bu?” Lalu aku digandeng oleh ibu mertuaku menuju kamar kami dulu, lalu dengan sangat terkejut aku melihat tubuh mas Rico sangat lemah, kumis dan jenggotnya tampak lebat di wajahnya, tatapan matanya sangat kosong, dia bicara sendirian, lalu dia tertawa kemudian menangis, Ya Alloh kenapa dengan mas Rico, ada apa dengan dia???
Ibu mertuaku menjelaskan apa yg terjadi ketika setelah kami meninggalkan dia, mas Rico tampak depresi, terganggu jiwanya, dia menyesal telah memperlakukan kasar terhadap aku dan anak anaknya. Ya Alloh apa yang harus aku perbuat sekarang?? Tiba tiba mas Rico menatapku, tapi sepertinya dia tidak mengenaliku.
Ya Alloh, aku harus bagaimana…??? Aku hanya menangis dan segera pergi meninggalan rumah itu, ku dengar ibu mertuaku memanggil namaku, tapi aku terus berlari meninggalkan rumah itu, meninggalkan semuanya.
*seperti yg telah di ceritakan oleh sparkling untuk radin*
..yahh…klo phisic sih minat dik….habis km cantik banget sii….apalagi klo liat yang photo waktu SMP…..ckckckck……….item manisss…..ha ha ha ha
April 13, 2010 pada 9:20 am
yah,….mudah mudahan cepet dapet penggantinya….
April 15, 2010 pada 5:59 am
minat bang???? qwiqiqiiqiq canda ya…